Jumat, 04 Mei 2012


Analisis komunikasi antar pribadi

Dalam hubungan komunikasi dengan orang lain, pada dasarnya seseorang pasti melakukan proses prediktif. Maksudnya adalah memperediksi tentang bagaimana lawan bicara saya. Dan dari proses prediksi inilah, akan timbul pertanyaan – pertanyaan seperti : bagaimana sifat orang ini? Apakah dapat dipercaya? Apakah dia menyukainya? Bagaimana agar dia menyukai saya? Dan sebagainya.
Menurut Gerald R. Miller dan Mark Steinberg (1975) ada 3 tingkatan analisis yang digunakan dalam melakukan prediksi yaitu :

1. tingkat kultural
menurut koentjaraningrat atau ahli antropologi Indonesia, kebudayaan didefinisikan sebagai “keseluruhan gagasan dan karya manusia yang dibiasakannya dengan belajar, beserta keseluruhan dari hasil budi dan karya itu,” inti dari definisi tersebut bahwa kebudayaan merupakan produk manusia sebagai keseluruhan gagasan dan karya manusia yang ada diluar diri individu yang harus dipelajari seperti bahasa, seni lukis dan sebagainya.

Pada analisis tingkat cultural, guna mencapai efek yang diharapkan komunikator dalam melakukan prediksi paling tidak harus mengerti dan memahami kultur, terutama yang bersifat material dari pihak yang diajak berkomunikasi. Analisis cultural memiliki batas – batas geografis, dimana adat istiadat, kebiasaan, dan budaya serta bahasa di setiap tempat berbeda – beda.

2. tingkat sosiologis
apabila komunikator melakukan prediksi mengenai reaksi komunikan terhadap pesan yang ia sampaikan berdasarkan keanggotaan komunikan dalam kelompok sosial tertentu, maka dapat dikatakan bahwa komunikator melakukan prediksi pada tingkat sosiologis. Dalam tingkat sosiologis, komunikator melakukan prediksi, yaitu berupa nilai dan norma kelompok yang dianut pihak lain tersebut.

3. tingkat psikologis
prediksi tingkat psikologis adalah prediksi yang dibuat oleh komunikator terhadap reaksi komunikan sebagai akibat menerima suatu pesan didasarkan pada analisis pengalaman individual yang unik dari komunikan.
Dalam prediksi tingkat psikologis, memiliki karakteristik khas dari kepribadian pihak lain itu .

PRAKTIK KOMUNIKASI ANTARPRIBADI DALAM HIDUP KESEHARIAN

Asumsi-asumsi tentang orang lain ini mencakup berikut

1.       Tindakan dan komunikasi orang lain bermakna bagi mereka sendiri meski kita tidak mengetahui apa maknanya,

2.       Kita berkomunikasi untuk meningkatkan kontrol kita atas perilaku diri sendiri dan orang lain.

3.       Dengan mengabaikan semua kandungan satu pesan, semua tindak komunikasi adalah signifikan lantaran memilki pengaruh yang positif dan negatif terhadap citra diri baik komunikator maupun komunikasi.

4.       Semua orang memiliki kebutuhan psikologis dan biologis yang sama, namun persepsinya terhadap apa yang bisa memenuhi kebutuhan itu beragam karena alesan-alesan kultural dan individual.

5.       Bagi semua orang, pemuasan berbagai kebutuhan kita untuk jangka panjang, mengharuskan orang mesti bekerja sama dan berkomunikasi dengan orang lain.

A. Latar Sosial
        Relasi antarpribadi yang dikembangkan merupakan relasi komunal. Kegiatan komunikasi antarpribadi tersebut di lakukan mulai dari persahabatan, hubungan antara sepasang kekasih hingga relasi dalam lembaga perkawinan. Sesuai dengan watak relasi antarpribadi yang berupa persahabatan, berpacaran atau perkawinan tidak selamanya berada dalam situasi yang intim karena adakalanya juga terjadi konflik di antara pihak-pihak yang menjalin relasi tersebut. Disamping komunikasi masa, pengalaman komunikasi terbesar manusia lainya adalah komunikasi diadik ini. Melalui komunikasi diadik, masing-masing membuka dirinya sendiri (self-disclosure) dan masing-masing berusaha memahami lebih mendalam lawan komunikasinya.

B. Latar Bisnis
        Relasi antarpribadi yang sehat dan iklim komunikasi yang terbuka itu akan membuat para staf dan karyawan merasa :
1.       Sumbangan pemikiran dan gagasanya diberi penghargaan dan pengakuan.
2.       Keluhan yang disampaikanya akan ditangani dengan serius, dikaji, dan bahkan diselesaikan dengan cara yang memuaskan.
3.       Orang yang posisinya tetinggi di dalam hierarki organisasi memandang tidak akan memanipulasi arus komunikasi untuk mengontrol staf dan karyawan.
4.       Orang yang posisinya tertinggi didalam hierarki organisasi memandang staff dan karyawan sebagai manusia yang kebutuhan dan aspirasinya jauh lebih tinggi dibandingakn fungsi-fungsi organisasionalnya.
        Manusia tidak dipandang sebagai alat produksi melainkan merupakan manusia yang memiliki kebutuhan dan aspirasi yang apabila diperhatikan akan mampu meningkatkan produktifitas organisasi tersebut.

Buku Komunikasi AntarPribadi Universitas Terbuka



Teori-Teori Komunikasi Antarpribadi

Dalam ilmu komunikasi setidaknya kita bisa bertemu dengan 2 (dua) pendekatan teoritik. Pertama , teori objektif dan kedua teori interpretif. Dalam teori objektif, teori berfungsi menjelaskan masa  lalu dan masa kini serta mempraktikan masa depan. Oleh karena itu, satu teori dianggap baik apabila teori tersebut sederhana (simplicity), bisa diuji (testability), dan berguna (usefulness). Sedangkan untuk pendekatan interpretif, teori berfungsi untuk melahirkan pemahaman, mengidentifikasi nilai-nilai, mengilhami apresiasi estetis, mendorong kesepakatan , dan mereformasi masyarakat.

A.      APREHENSI KOMUNIKASI

Sebelum membahas teori ini, kita menjelajahi dulu makna aprehensi komunikasi. Ada yang menyatakan bahwa aprehensi komunikasi merupakan kondisi kognitif seseorang yang mengetahui bahwa dirinya saat berkomunikasi dengan orang lain karena kekhawatiran dan ketakutannya, tak memiliki pikiran apapun dalam benaknya dan juga tidak memahami sebab akibat social sehingga menjadi orang yang “mati rasa”. Ada juga yang menyebutkan bahwa aprehensi komunikasi itu terjadi manakala individu memandang pengalaman komunikasinya itu tidak menyenangkan dan merasa takut berkomunikasi.

Namun, hendaknya diingat bahwa aprehensi komunikasi bukanlah teori yang as teori komunikasi antarpribadi. Teori aprehensi komunikasi juga banyak dipergunakan untuk menjelaskan situasi komunikasi kelompok. Namun, banyak ilmuan komunikasi yang menggunakan teori ini juga untuk menjelaskan komunikasi antarpribadi atau menggunakanya dalam latar atau konteks komunikasi antarpribadi. Kita bisa menyebutkan McCroskey sebagai salah satu ilmuwan komunikasi yang banyak meneliti fenomena aprehensi komunikasi dalam komunikasi antarpribadi.

       " McCroskey sendiri menyatakan bahwa aprehensi komunikasi itu muncul pada manusia karena pengaruh suasana komunikasi di rumahnya. Dinyatakan bahwa factor-faktor lingkungan rumah, seperti jumlah percakapan dengan anggota keluarga dan gaya interaksi anak-orang tua akan mempengaruhi perilaku komunikasi anak. Ini menunjukan bahwa lingkungan keluarga menjadi penentu penting ada tidaknya "
penyebab aprehensi komunikasi itu ada yang mengelompokan menjadi 3 (tiga) kategori sebagai berikut :

1.    Aktivitas berlebihan. Hal ini menunjukan bahwa secara psikologis kita terlalu aktif sebelum kegiatannya sendiri dilakukan, misalnya remaja yang dipaksa untuk tampil sebagai orang tua dalam suatu acara resmi maka talapak tangan berkeringat, jantung berdetak kencang, dan perutpun mulas.

2.    Pemprosesan kognitif yang tidak tepat. Hal ini untuk menunjukan rasa tidak nyaman dalam menghadapi kegiatan komunikasi. Oleh karena itu, penyebab aprehensi komunikasi ini dipandang terkait dengan 
bagaimana kita berpikir tentang komunikasi dan bagaimana proses komunikasi itu dipandang menakutkan, misalnya kita akan bertemu dengan seorang dosen untuk meminta ujian susulan karena pada saat ujian kita sakit. Kita terlebih dahulu memikirkan situasi menyeramkan yang akan berlangsung dalam komunikasi tersebut.

3.    Keterampilan komunikasi  yang tak memadai. Ini untuk menunjukan bahwa kita tak tahu bagaimana berkomunikasi secara efektif. Jika kita merasa tidak terampil berkomunikasi maka dengan sendirinya kita pun akan memandang kegiatan komunikasi merupakan kegiatan yang menegangkan.

B.      SELF-DISCLOSURE

Boleh dibilang, apabila aprehensi komunikasi justru membuat pertukaran informasi tidak berlangsung lancar karena salah satu pihak yang berkomunikasi merasa khawatir atau tegang saat berkomunikasi maka self-disclosure justu sebaliknya. Pada self-disclosure orang membuka diri dan menyatakan informasi tentang dirinya pada lawan komunikasinya. Bahkan informasi yang di ungkapkan pun bukan informasi yang biasa-biasa saja melainkan informasi yang mendalam tentang dirinya.

C.      TEORI PENETRASI SOSIAL

Teori ini pada intinya menyatakan bahwa kedekatan antarpribadi itu berlangsung secara bertahap (gradual) dan berurutan yang di mulai  dari tahap biasa-biasa saja hingga tahap intim sebagai salah satu fungsi dari dampak saat ini maupun  dampak masa depannya.

      Oleh karena itulah, dalam teori ini  dinyatakan bahwa relasi akan menjadi semakin intim apabila disclosure berlangsung artinya, orang-orang yang menjalin komunikasi antarpribadi masing-masing melakukan, self-disclosure. Proses self-disclosure itu berlangsung seperti  kita mengupas sesiung bawang. Makin dalam kita buka maka kita akan makin membawa kita memasuki bagian terdalam dari bawang tersebut. Pada awalnya kita dalam self-disclosure  itu hanya membicarakan hal-hal yang umum yang merupakan bagian luar, seperi soal warna faviorit , music favorit atau makanan yang paling nikmat. Lalu. Masuk lebih dalam lagi dengan membicarakan soal-soal politik. Pada tahap ketiga, kita mulai membicarakan keyakinan dan sikap beragama kita. Lalu, tahap-tahap berikutnya kita mulai membahas kekhawatiran dan fantasi-fantasi terdalam kita. Akhirnya, pada puncaknya kita menyatakan konsep diri kita.

D.      TEORI PENGURANGAN KETIDAK PASTIAN

Mengapa kita menggali pengetahuan tentang  rekan kita ? Teori ini menjelaskan, hal tersebut dilakukan manusia guna mengurangi ketidakpastian atau meningkatkan prediktabilitas perilaku masing-masing dalam interaksi yang akan mereka kembangkan, misalnya rekan sebangku kita menyebut ayahnya adalah anggota TNI, tentunya dalam benak kita ada bayangan begimana perilaku seorang anak perwira TNI. Bayangan itu  akan berbeda apabila rekan sebangku kita menyebut pekerjaan ayahnya adalah pedagang sayur-mayur di  pasar atau seorang  guru besar di satu perguruan tinggi ternama.

Menggali pengetahuan berupa memahami itulah yang merupakan perhatian utama kita saat bertemu dengan seseorang  yang belum kita kenal. Jika kita berdiam diri dalam ketidaktahuan, tidaklah akan membuat kita merasa tenang. Jika kita mengetahui siapa orang yang kita ajak berbincang-bincang, tentunya akan lebih membuat diri kita merasa tenang dan nyaman apabila dibandingkan dengan berbincang dengan orang yang tidak kita kenal. Oleh karena itu, kita akan berusaha mengetahui dan memahami siapa orang tersebut.
E.       TEORI DIALEKTIKA RELASIONAL
Agar bisa lebih memahami dialektika ini, kita kembali lagi bahwa relasi antar pribadi itu  tidak statis atau menurut Teori Dialektika Relasional, bersifat cair. Orang-orang yang menjalin relasi dan berkomunikasi antarpribadi pada batinya mengalami apa yang dinamakan tarikan konflik. Tarikan konflik itulah yang menyebabkan relasi menjadi selalu berada dalam kondisi cair, yang dikenal sebagai ketegangan dialektis. Kita terayun-ayun di antara dua kutub relasi. Antara harmonis dan konflik atau antara akrab dan bermusuhan.

F.       TEORI PENILAIAN SOSIAL

Dalam melakukan penilaian terhadap pesan yang diterima, orang bisa melakukan dua hal, pertama mengkontraskan dan kedua mengasimilasikan. Kontras merupakan distorsi perseptual yang membawa pada polarisasi ide.mengontraskan antara pandangan kopi itu bermanfaat bagi kesehatan dan kopi itu merugikan kesehatan. Sedangkan asimilasi menunjukan kekeliruan penilaian yang bertentangan. Mirip dengan pantulan bola pingpong di meja pingpong. Ide yang dilontarkan sejalan dengan pandangan-pandangan atau sikap dasar penerimaan, dipantulkan dan diterima pembicaraan yang memiliki kesamaan dengan penerima. Ini terjadi apabila pesan yang disampaikan diterima dalam sikap pendengarnya pada wilayah penerimaan.

Ada tiga hal yang dikemukaakan “Teori Penilaain Sosial” ini yang sudah di uji melalui eksperimen yang bisa di pergunakan untuk mengkaji pengaruh komuniaksi antarpribadi. Ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut :

1.       Pembicaraan yang memiliki kredibilitas tinggi akan mampu menyampaikan pesan yang masuk ke dalam wilayah penerimaan pendengarnya. Misal penjelasan tentang bahaya rokok yang disampaikan seorang awam akan diterima secara berbeda dengan penjelasan seorang dokter spesialis jantung oleh pendengarnya.

2.       Ambiguitas seringkali lebih baik dibandingkan dengan kejelasan. Untuk contoh ini bisa kita ambil dari dunia periklanan. Perhatikan saja betapa banyak iklan yang menggunakan istilah tidak jelas namun bisa meyakinkan konsumennya.

3.       Ada orang yang sangat dogmatis dalam setiap permasalahan. Oleh karena itu, wilayah penolaknya besar, misalnya orang yang begitu yakin apa yang di ajarkan orang tuanya pasti benar, termasuk cara memijat tube pasta gigi harus selalu dari ujung bawahnya. Begitu tube plastic di ganti alumunium sehingga di pijat dari manapun tube pasta gigi itupun tak ada bedanya, orang tadi akan tetap melakukan sepetri apa yang di ajarkan orang tuanya itu.

SSumber : BUKU Komunikasi Antarpribadi Universitas Terbuka

Senin, 16 April 2012


Relasi Manusia dan Hubungan Antar Pribadi

Pengertian

Hubungan antar manusia mendasari interaksi dan komunikasi, misalnya antara bidan dengan pasien dalam pelayanan kebidanan.

Ciri hakiki “Human Relations“, yaitu:

1.       Proses rohaniah yang tertuju kepada “kebahagiaan” berdasarkan watak, sifat, perangai, kepribadian, sikap, tingkah laku, dan lain-lain.Proses rohaniah dengan perasaan bahagia ini berlangsung pada “Komunikasi Antar Personal”. Karena sifatnya “dialogis“, maka masing-masing tahu, sadar, dan merasakan efeknya.

2.       Aspek kejiwaan yang terdapat pada diri manusia.

Pengertian Hubungan Antar Manusia (HAM) Menurut Beberapa Pakar,

1.     Cabot dan Kahl (1967): HAM adalah suatu sosiologi yang konkret karena meneliti situasi kehidupan, khususnya masalah interaksi dengan pengaruh dan psikologisnya. Jadi, interaksi mengakibatkan dan menghasilkan penyesuaian diri secara timbal balik yang mencakup kecakapan dalam penyesuaian dengan situasi baru.

2.       H. Bonner (1975): interaksi adalah hubungan antara dua atau lebih individu manusia dan perilaku individu yang satu mempengaruhi, mengubah, dan memperbaiki perilaku individu lain atau sebaliknya.

3.      Keith Davis “Human Relation at Work” adalah interaksi antara seseorang dengan orang lain dalam situasi kerja dan dalam organisasi kekaryaan. Ditinjau dari kepimpinannya, yang bertanggungj awab dalam suatu kelompok merupakan interaksi orang-orang menuju situasi kerja yang memotivasi untuk bekerjasama secara produktif, sehingga dicapai kepuasan ekonomi, psikologis dan sosial.

4.       Ferdinand Tonnies: menyatakan bahwa manusia dalam bermasyarakat mempunyai dua jenis pergaulan yaitu: (1) Gemeinscaft, hal yang dialami oleh orang lain dirasakan sebagaimana terjadi pada dirinya olek karena pergaulannya yang sangat akrab. Sifatnya statis, pribadi, tidak rasional; (2) Gessellscaft, pergaulan yang mempertimbangkan untung dan ruginya sehingga anggota bebas keluar masuk dari kelompok tersebut.

HAM dalam arti luas :

Komunikasi persuasif yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain secara tatap muka dalam segala situasi dan dalam semua bidang kehidupan, sehingga menimbulkan kebahagiaan dan kepuasaan hati pada kedua belah pihak. Suksesnya seseorang dalam melaksanakan “Human Relations” karena ia berkomunikasi secara etis, ramah, sopan, menghargai, dan menghormati orang lain. Human Relations ini dilakukan dimana saja —> di rumah, pasar, kampus, toko, dalam bis, kereta api, dan sebagainya.

Kesimpulan:
Proses interaksi melibatkan perasaan, kata yang diucapkan dalam komunikasi, mencerminkan perasaan dan sikap, proses penyesuaian diri. Hubungan antar manusia secara luas mencoba menemukan, mengidentifikasi masalah dan membahas untuk mendapatkan pemecahan masalah.

Tujuan dari HAM adalah:
1.       Memanfaatkan pengetahuan tentang faktor sosial dan psikologis dalam penyesuaian diri manusia sehingga terjadi keselarasan dan keserasian, dengan konflik seminimal mungkin.
2.       Memenuhi kebutuhan antara individu yang satu dengan yang lain.
3.       Memperoleh pengetahuan dan informasi baru.
4.       Menumbuhkan sikap kerjasama.
5.       Menghilangkan sikap egois/paling benar.
6.       Menghindari dari sikap stagnan karena “manusia adalah makhluk homo socius”; mengubah sikap dan perilaku diri sendiri dan orang lain serta memberikan bantuan.

Faktor-faktor dalam hubungan antar manusia adalah:
1.       Faktor yang mendasari interaksi sosial.
2.       Faktor yang menentukan interaksi sosial.
3.       Faktor yang Mendasari Interaksi Sosial

Interaksi sosial melibatkan individu secara fisik maupun psikologis. Faktor utama dalam proses internalisasi antara lain :
1.      Imitasi adalah keadaan seseorang yang mengikuti sesuatu di luar dirinya/ meniru. Hal yang perlu diperhatikan sebelum meniru adalah mempunyai minat dan perhatian yang besar, sikap menjunjung tinggi, pandangan meniru akan memperoleh penghargaan sosial yang tinggi.

2.    Sugesti adalah proses individu menerima cara pandang orang lain tanpa kritik lebih dulu. Syarat untuk mempermudah sugesti adalah: (1) hambatan berpikir, akibat rangsangan emosi proses sugesti diterima secara langsung; (2) pikiran terpecah-pecah/disasosiasi, mengalami pemikiran yang terpecah-pecah; (3) otoritas/prestise, menerima pandangan dari seseorang yang memiliki prestise sosial tinggi; (4) mayoritas, menerima pandangan dari kelompok mayoritas; (5) kepercayaan penuh, penerimaan pandangan tanpa pertimbangan lebih lanjut.

3.     Identifikasi adalah proses yangberlangsung secara sadar, irasional, berdasar perasaan, dan berkembang bahwa identifikasi berguna untuk melengkapi sistem norma-norma yang ada. Menurut Sigmund Freud “identifikasi” merupakan cara belajar norma dari orang tuanya.

4.       Simpati adalah perasaan tertarik individu terhadap orang lain yang timbul atas dasar penilaian perasaan.

Faktor yang Menentukan Interaksi Sosial
Cara seseorang melakukan interaksi sosial dengan menggunakan komunikasi antar individu atau komunikasi interpersonal.

Faktor-faktor yang dapat menimbulkan hubungan personal yang baik antara lain:
1.       Rasa Percaya

Secara ilmiah “percaya” didefinisikan mangandalkan perilaku orang untuk mencapai tujuan yang dikehendaki, yang pencapaiannya tidak pasti dan dalam situasi yang penuh resiko (Eiddin, 1967: 224-234).Keuntungan rasa percaya kepada orang lain adalah meningkatkan komunikasi interpersonal (membuka saluran komunikasi, memperlancar pengiriman informasi, memperluas peluang mencapai tujuan); mengurangi hambatan interpersonal.

Faktor yang menumbuhkan rasa percaya adalah:
a.       Menerima, kemampuan berhubungan dengan orang lain tanpa menilai dan berusaha mengendalikan.
b.      Empati, paham dengan keadaan orang lain.
c.       Kejujuran, menyebabkan perilaku dapat diduga.

2.       Sikap Sportif
Sikap yang mengurangi sikap melindungi diri (defensif) dalam komunikasi yang terjadi dalam interaksi sosial. Jack R. Gibb mengemukakan enam perilaku yang menimbulkan sikap sportif. Iklim defensif meliputi: evaluasi, kontrol, strategi, netralitas, superioritas dan kepastian. Sedangkan iklim suportif meliputi: deskripsi, orientasi masalah, spontanitas, empati, persaamaan dan profesionalisme.

·         Evaluasi dan deskripsi. Evaluasi adalah penilaian terhadap orang lain, memuji atau mengecam. Deskripsi adalah penyampaian perasaan atau persepsi tanpa melakukan penilaian.

·         Kontrol dan orientasi masalah. Perilaku kontrol artinya berusaha mengubah orang lain, mengendalikan, mengubah sikap, pendapat dan tindakannya. Orientasi masalah adalah mengkomunikasikan keinginan untuk bekerjasama mencari pemecahan masalah.

·         Strategi dan spontanitas. Strategi adalah penggunaan tujuan atau manipulasi untuk mempengaruhi orang lain. Spontanitas artinya sikap jujur.

·         Netralitas dan Empati. Netralitas adalah sikap impersonal, memperlakukan orang lain sebagai objek. Empati artinya memperlakukan orang lain sebagaimana mestinya.

·         Superioritas dan persamaan. Superioritas artinya seseorang lebih tinggi karena status, kekuasaan, kemampuan, intelektual, kekayaan atau kecantikan. Persamaan adalah sikap memperlakukan seseorang secara horisontal dan demokratis.

·         Kepastian dan Profesionalisme. Individu yang memiliki kepastian bersifat dogmatis, egois, dan melihat pendapatnya merupakan kebenaran yang mutlak. Profesionalisme adalah kesediaan meninjau kembali pendapat orang lain.

3.       Sikap Terbuka dan Sikap Tertutup
Perbedaan karakteristik orang yang terbuka dan orang yang tertutup yaitu:

·         Sikap terbuka: menilai pesan secara objektif dengan menggunakan data dan keajegan logika; membedakan dengan mudah, melihat suasana ; berorientasi pada isi pesan; mencari informasi dari berbagai sumber; lebih bersifat profesionalisme dan berusaha mengubah kepercayaan; mencari pengertian pesan yang tidak sesuai dengan rangkaian kepercayaan.

·         Sikap tertutup: menilai pesan berdasarkan motif; berpikir simplisis tanpa suasana; bersandar pada banyak sumber pesan daripada isi pesan; kaku dan memegang teguh sistem kepercayaan; menolak dan mengabaikan pesan yang tidak konsisten dengan sistem kepercayaan.

Teknik hubungan antar manusia terbagi dalam:

a.       Tindakan Sosial
Menurut Max Weber, tindakan sosial adalah tindakan seorang individu yang dapat mempengaruhi individu lain dalam masyarakat. Tindakan sosial dibedakan menjadi :
1.       Tindakan rasional instrumental: tindakan yang memperhitungkan kesesuaian antara cara dan tujuan atau antara efisiensi dengan efektifitas.
2.       Tindakan rasional berepresati nilai: tindakan yang berkaitan dengan nilai dasar dalam masyarakat.
3.       Tindakan tradisional: tindakan yang dilakukan berdasarkan pertimbangan adat istiadat atau kebiasaan.
4.       Tindakan afektif: tindakan yang dilakukan seseorang atau kelompok berdasarkan perasaan atau emosi.

b.      Kontak Sosial
Kontak sosial adalah hubungan antara satu pihak dengan pihak lain yang merupakan terjadinya awal interaksi sosial.

Kontak sosial dibedakanmenjadi 2, yaitu:
   1. Cara pihak yang berkomunikasi, baik langsung maupun tidak langsung.
   2. Cara terjadinya kontak primer maupun kontak sekunder.

c.       Komunikasi Sosial
Proses komunikasi terjadi saat kontak sosial berlangsung. Secara harfiah komunikasi merupakan hubungan atau pergaulan dengan orang lain.

d.      Teori Hubungan Antar Manusia

1.       Teori transaksi (model pertukaran sosial) – HAM berlangsung mengikuti kaidah transaksional.
2.       Teori peran – Pergaulan sosial sudah ada skenario yang disusun oleh masyarakat yang mengatur apa dan bagaimana peran tiap orang dalam pergaulannya.
3.       Teori permainan – Klarifikasi manusia terbagi menjadi tiga yaitu anak-anak, dewasa dan orang tua. Masing-masing individu mempunyai sifat yang khas.

Konsep Diri

Definisi Konsep Diri menurut Wiiliam D. Brooks adalah those physical, social, and psychological perceptions of ourselves that we have derived from experiences and our interaction with others. Konsep diri merupakan faktor yang sangat penting dan menentukan dalam komunikasi antar pribadi. Kunci keberhasilan hidup adalah konsep diri positip. 

Konsep diri memainkan peran yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan hidup seseorang, karena konsep diri dapat dianalogikan sebagai suatu operating sistem yang menjalankan suatu komputer. Konsep diri dapat mempengaruhi kemampuan berpikir seseorang. Konsep diri yang jelek akan mengakibatkan rasa tidak percaya diri, tidak berani mencoba hal-hal baru, tidak berani mencoba hal yang menantang, takut gagal, takut sukses, merasa diri bodoh, rendah diri, merasa diri tidak berharga, merasa tidak layak untuk sukses, pesimis, dan masih banyak perilaku inferior lainnya. Sebaliknya orang yang konsep dirinya baik akan selalu optimis, berani mencoba hal-hal baru, berani sukses, berani gagal, percaya diri, antusias, merasa diri berharga, berani menetapkan tujuan hidup, bersikap dan berpikir positip, dan dapat menjadi seorang pemimpin yang handal.

Komunikan yang berkonsep diri positip adalah Komunikan yang Tembus Pandang (transparent). Faktor yang mempengaruhi: orang lain, significant others, reference group.

Dua macam konsep diri adalah sebagai berikut :
1.       Konsep diri negatif: peka pada kritik; responsif sekali pada pujian; hiperkritis; cenderung merasa tidak disenangi orang lain; bersikap pesimitis pada kompetensi.

2.       Konsep diri positif: yakin akan kemampuan mengatasi masalah; merasa setara dengan orang lain; menerima pujian tanpa rasa malu; sadar akan keinginan dan perilaku tidak selalu disetujui oleh orang lain; mampu memperbaiki diri.

Hal-hal yang perlu dipahami tentang konsep diri adalah :
   1. Dipelajari melalui pengalaman dan interaksi individu dengan orang lain.
   2. Berkembang secara bertahap.
   3. Ditandai dengan kemampuan intelektual dan penguasaan lingkungan (positif).
   4. Negatif ditandai dengan hubungan individu dan sosial yang mal adaptif.
   5. Merupakan aspek kritikal yang mendasar dan pembentukan perilaku individu.

Hal-hal yang penting dalam konsep diri adalah :
   1. Nama dan panggilan anak.
   2. Pandangan individu terhadap orang lain.
   3. Suasana keluarga yang harmonis.
   4. Penerimaan keluarga

Komponen konsep diri adalah :

·         Gambaran diri adalah sikap individu terhadap tubuhnya, baik sadar maupun tidak sadar. Meliputi : performance, potensi tubuh, persepsi dan perasaan tentang ukuran dan bentuk tubuh.

·         Ideal diri adalah persepsi individu tentang perilakunya yang disesuaikan dengan standar pribadi yang terkait dengan cita-cita.

·         Harga diri adalah penilaian individu terhadap hasil yang dicapai dengan cara menganalisis seberapa jauh perilaku individu tersebut.

·         Peran diri adalah pola perilaku sikap nilai dan aspirasi yang diharapkan individu berdasarkan posisinya dimasyarakat.

·         Identitas diri adalah kesadaran akan diri pribadi yang bersumber dari pengamatan dan penilaian sebagai sintesis semua aspek konsep diri sebagai sesuatu yang utuh.

Teori Johary Windows
 
Hubungan antara konsep diri dan membuka diri dapat dijelaskan dengan Johari Window. Penjelasan Johari Window tentang tingkat keterbukaan dan tingkat kesadaran tentang diri kita. Joseph Luft dan Harrington Ingham, mengembangkan konsep Johari Window sebagai perwujudan bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain yang digambarkan sebagai sebuah jendela. ’‘Jendela’’ tersebut terdiri dari matrik empat sel, masing-masing sel menunjukkan daerah self (diri) baik yang terbuka maupun yang disembunyikan. Keempat sel tersebut adalah daerah publik, daerah buta, daerah tersembunyi, dan daerah yang tidak disadari.

·         Open area adalah informasi tentang diri kita yang diketahui oleh orang lain seperti nama, jabatan, pangkat, status perkawinan, lulusan mana, dll. Ketika memulai sebuah hubungan, kita akan menginformasikan sesuatu yang ringan tentang diri kita. Makin lama maka informasi tentang diri kita akan terus bertambah secara vertikal sehingga mengurangi hidden area. Makin besar open area, makin produktif dan menguntungkan hubungan interpersonal kita.

·         Hidden area berisi informasi yang kita tahu tentang diri kita tapi tertutup bagi orang lain. Informasi ini meliputi perhatian kita mengenai atasan, pekerjaan, keuangan, keluarga, kesehatan, dll. Dengan tidak berbagi mengenai hidden area, biasanya akan menjadi penghambat dalam berhubungan. Hal ini akan membuat orang lain miss komunikasi tentang kita, yang kalau dalam hubungan kerja akan mengurangi tingkat kepercayaan orang.

·         Blind area yang menentukan bahwa orang lain sadar akan sesuatu tapi kita tidak. Misalnya bagaimana cara mengurangi grogi, bagaimana caranya menghadapi dosen A, dll. Sehingga dengan mendapatkan masukan dari orang lain, blind area akan berkurang. Makin kita memahami kekuatan dan kelemahan diri kita yang diketahui orang lain, maka akan bagus dalam bekerja tim.

·         Unknown area adalah informasi yang tidak diketahui oleh orang lain dan diri kita. Sampai kita dapat pengalaman tentang sesuatu hal atau orang lain melihat sesuatu akan diri kita bagaimana kita bertingkah laku atau berperasaan. Misalnya ketika pertama kali seneng sama orang lain selain anggota keluarga kita. Kita tidak pernah bisa mengatakan perasaan “cinta”. Jendela ini akan mengecil sehubungan kita tumbuh dewasa, mulai mengembangkan diri atau belajar dari pengalaman.

Daerah publik adalah daerah yang memuat hal-hal yang diketahui oleh dirinya dan orang lain. Daerah buta adalah daerah yang memuat hal-hal yang diketahui oleh orang lain tetapi tidak diketahui oleh dirinya.
Daerah tersembunyi adalah daerah yang memuat hal-hal yang diketahui oleh diri sendiri tetapi tidak diketahui oleh orang lain. Oleh karena adanya perbedaan individual, maka besarnya masing-masing daerah pada seseorang berbeda dengan orang lain.

Kesimpulan
Setelah seseorang melakukan upaya mengenali kekuatan dan kelemahan diri, orang lain akan menyadari siapa saya? Mengenal diri bukanlah tujuan. Pengenalan diri adalah sebagai wahana (sarana) untuk mencapai tujuan hidup. Oleh karenanya, setelah seseorang dapat menjawab pertanyaan siapa saya? maka pertanyaan selanjutnya adalah saya ingin menjadi siapa? Jawaban atas pertanyaan tersebut tentunya beragam, sesuai dengan peran-peran yang dimainkannya. Manusia memiliki kemampuan untuk mengubah atau mengembangkan diri.

PENGEMBANGAN RELASI DALAM KOMUNIKASI ANTARPRIBADI

Jenis-jenis relasi yang ada dalam kehidupan meliputi:

  1. Relasi yang di formalkan seperti perkawinan
  2. Relasi intim seperti sepasang kekasih 
  3. Relasi dalam Persahabatan
  4. Relasi dalam Keluarga
  5. Relasi dalam Kekerabata
  6. Relasi dalam Persaudaraan

1. Relasi yang di formalkan seperti perkawinan




2. Relasi intim seperti sepasang kekasih




3.Relasi dalam Persahabatan


4. Relasi dalam Keluarga




5.Relasi dalam Kekerabatan


6.Relasi dalam Persaudaraan


Untuk membangun relasi yang akrab itu kita perlu mengetahui apa yang diharapkan manusia akan mendapatkan kegembiraan, keyakinan, berbagi kepercayaan. saling membantu, spontanitas, sedangkan untuk relasi dalam keluarga kita bisa menggunakan teori pandangan komunikasi antarpribadi.
Teoti ini antara lain di bangun perdasarkan aksioma bahwa komunikasi adalah isi ditambah relasi. oleh karena itu dalam berkomunikasi antarpribadi inti dan relasi menjadi faktor yang ditentukan.

Sumber                :








Komunikasi Antar Pribadi dan Keterampilan Komunikasi

A.     Komunikasi Antar Pribadi

v  Pengertian dan Tujuan Komunikasi antarpribadi
Setiap individu dalam suatu organisasi (bisnis maupun non bisnis) dalam kehidupan sehari-harinya tidak dapat dilepaskan dengan dunia komunikasi. Salah satu jenis komunikasi adalah komunikasi antarpribadi
.Apa yang dimaksud dengan pengertian komunikasi antarpribadi ?
Komunikasi antarpribadi adalah komunikasi yang dilakukan seseorang dengan orang lain dalam suatu masyarakat maupun organisasi (bisnis dan non bisnis) dengan menggunakan media komunikasi tertentu dan bahasa yang mudah dipahami (informal) untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Berdasarkan pengertian tersebut, paling tidak ada 4 hal tertentu yang perlu diperhatikan dalam mencermati definisi Komunikasi antarpribadi yakni :

a.       Komunikasi dilakukan oleh dua orang atau lebih.



b.      Menggunakan media tertentu, misalnya telepon.



c.     Bahasa yang digunakan biasanya bersifat informal (tidak baku) , kadang-kadag menggunakan bahasa daerah, bahasa pergaulan atau bahasa campuran.

d.      Tujuan yang ingin dicapai dapat bersifat personal atau pribadi bila komunikasi terjadi dalam suatu masyarakat, dan untuk pelaksanaan tugas pekerjaan bila komunikasi terjadi dalam suatu organisasi.


v  Tujuan Komunikasi antarpribadi

untuk mencapai tujuan tertentu yang bersifat pribadi dalam suatu masyarakat, maka komunikasi antar pribadi bisa dikatakan merupakan bentuk komunikasi antara seseorang dengan orang lain dalam suatu masyarakat.
Tujuan komunikasi antarpribadi antara lain sebagai berikut :

1. Menyampaikan informasi
Ketika berkomunikasi dengan orang lain , tentu saja seseorang memiliki berbagai macam tujuan dan harapan. Salah satu diantaranya adalah untuk menyampaikan informasi kepada orang lain agar orang lain tersebut dapat mengetahui informasi tersebut.
2. Berbagi pengalaman
Dengan komunikasi antarpribadi juga memiliki fungsi atau tujuan untuk berbagi pengalaman baik itu pengalaman yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan
3. Menumbuhkan simpati
4. Melakukan kerja sama
Tujuan komunikasi antarprbadi yang lainnya adalah untuk melakukan krjasama antara seseorang dengan orang lain untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi kedua belah pihak.
5. Menceritakan kekecawaan atau kekesalan
Komunikasi antarpribadi juga dapat digunakan seseorang untuk menceritakan rasa kecewa atau kekesalan pada orang lain. Dengan pengungkapan rasa hati itu, sedikit banyak akan mengurangi beban pikiran. Kadang disebut dengan plong ketika telah bercerita apa yang selama ini dipendam.
6. Menumbuhkan motivasi
Melalui komunikasi antarpribadi, seseorang dapat memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu yag baik dan positif. Motivasi adalah dorongan kuar dari dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu. Pada dasarnya, seseorang cenderung untuk melakukan sesuatu karena dimotivasi orang lain dengan cara-cara seperti pemberian insentif yang bersifat financial maupun non financial, memberikan pengakuan atas kinerjanya ataupun memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi.

B.      Keterampilan Komunikasi


Keterampilan komunikasi adalah keterampilan utama yang harus dimiliki untuk mampu membina hubungan yang sehat dimana saja, di lingkungan sosial, sekolah, usaha dan perkantoran, di kebun atau dimana saja. Sebagian besar (kalau tidak semuanya) masalah yang timbul dalam kehidupan sosial adalah masalah komunikasi. Jika keterampilan komunikasi dimiliki maka akan sangat besar membantu meminimalisasi potensi konflik sekaligus membuka peluang sukses. Ingat, salah satu pintu rezeki adalah dari silaturahim (public relations) dan itu hanya dapat dicapai jika kita terampil dalam mengomunikasi sesuatu.
Sebenarnya komunikasi tidak hanya berarti hubungan verbal, melainkan lebih dari itu. Komunikasi sesungguhnya terbagi menjadi Komunikasi Visual 66 %, artinya contoh perilaku dalam interaksi lebih dominan mempercepat terjadinya saling pengertian terhadap karakter lawan bicara. Selain itu, Komunikasi Vokal 25 %, yaitu kemampuan mengartikulasikan pikiran dan perasaan. Terkadang kesalahan dalam mengartikulasikan keinginan akan berdampak fatal terhadap komunikasi. Terakhir adalah Komunikasi Verbal 7 %,, yaitu keterampilan dalam memilih jenis kata dan menata jenis kalimat. Hal ini dipengaruhi oleh budaya dan kebiasaan masyarakat. Jika tidak dicermati akan membahayakan komunikasi.
Keterampilan komunikasi yang diperlukan lainnya adalah sikap Komunikasi Asertif, bukan submasif atau agresif. Asertif adalah sikap proaktif dan sinergis. Menilai diri sendiri sama pentingnya dengan menilai orang lain sehingga memacu orang lain untuk mengembangkan sikap saling menghargai. Sikap submasif adalah sikap inferior dan introvert. Merasa lebih rendah dari orang lain sehingga cenderung mengalah dan lambat dalam merespon atau mengambil tanggung jawab. Sementara sikap agresif adalah sikap sebaliknya, yaitu sikap selalu mau menang sendiri, menuntut untuk diperhatikan, dan selalu merasa diri sendiri yang layak untuk didengarkan dan diikuti. 

Dalam mengembangkan komunikasi, sukses dalam pekerjaan, pendidikan, usaha dan dalam hubungan sosial sangat tergantung pada bagaimana kita mengelola konflik yang bisa muncul sebagai akibat langsung dari buruknya komunikasi. Maka termasuk keterampilan komunikasi adalah kemampuan mengelola konflik dengan negosiasi. Negosiasi adalah kemampuan membangun kesepakatan dan saling percaya dengan menempatkan semua pihak pada kedudukan sederajat. Konflik bisa saja terjadi bukan karena kita tapi karena pengaruh dari orang lain yang mempersepsi buruk pemikiran dan tindakan kita. Kemampuan mengomunikasinnya kepada orang lain dapat meminimalisir konflik tersebut, bahkan bisa dirubah atau berubah menjadi simpatik. 

Terakhir, komunikasi sukses dapat dicapai jika kita mengedepankan nilai – nilai persaudaraan. Kinerja yang dibangun diatas nilai – nilai persaudaraan akan lebih produktif dibanding kinerja yang hanya berorientasi terhadap hubungan kerja formal semata. Karena itu, Persaudaraan adalah hal mendasar dalam suatu organisasi yang sehat. Disinilah pentingnya membangun kesamaan visi dan misi kehidupan. Persaudaraan lahir dari tiga proses interaksi yang bertingkat, yaitu : Mengenal, artinya dengan jelas mengetahui identitas partner atau rekan sekerja. Memahami, artinya mengetahui dengan baik kespesifikan karakter partner atau rekan sekerja, baik tentang sikap, perasaan, perasaan, kesenangan, kecenderungan dan lainnya. Bekerjasama, lahir dari interaksi sebelumnya sehingga beriringan dengan nilai – nilai ketulusan dan kesungguhan, bukan sekedar saling memanfaatkan atau mengejar tuntutan pekerjaan. 

Sumber                                :